Pesona Wisata Tana Toraja Tempat Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

Wisata Tana Toraja – Toraja (Tana Toraja) merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinisi Sulawesi Selatan. Destinasi wisata yang satu ini memang sangat menarik untuk dikunjungi, Keeksotisan wisata alam berpadu dengan budayanya yang unik menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjunginya. Sehingga tak heran jika Wisata Tana Toraja sering disebut tempat wisata terbaik di Sulawesi Selatan.

Pesona Wisata Tana Toraja Tempat Wisata Terbaik di Sulawesi Selatan

Lantas seperti apa daya tarik Tana Tora sehingga disebut seperti demikian? Simak baik-baik ya

Daya tarik Wisata Tana Toraja

Secara geografis Tana Toraja berada di sebelah selatan pulau Sulawesi dengan luas wilayah sekitar 3.203 km² dan Makale sebagai Ibu kotanya. Tana Toraja Terkenal dengan masyarakatnya yang masih memegang teguh kepercayaan atau ritual tradisi terhadap nenek moyangnya. Menurut mitos yang telah menyebar dan diceritakan secara turun-temurun di masyarakat Toraja, nenek moyang asli masyarakat Toraja dipercaya berasal dari surga dan turun langsung ke bumi menggunkan tangga. Kemudian Tangga inilah yang dipercaya sebagai media pendekatan diri kepada  Puang Matua (Tuhan dalam kepercayaan masyarakat Toraja).

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nenek moyangnya, masyarakat Tana Tora memiliki beberapa upacara dan ritual adat yang masih sipertahankan dan rutin diselenggarakan hingga kini. Beberapa upacara adat tersebutlah yang menjadi daya tarik utamanya. Penasaran upacara adat seperti apasaja? Simak terus ya.

  • Tradisi Ma’nene

Salah satu tradisi khas Tana toraja yang paling terkenal adalah tradisi Ma’nene. Tradisi Ma’nene merupakan tradisi mengenang leluhur dengan cara membersihkan dan menggantikan baju mayat para leluhur masyarakat Tana Toraja, tradisi ini dilakukan setiap 3 tahun sekali atau sekitar bulan agustus saat setelah masa panen. Tradisi ini secara khsus dilakukan oleh masyarakat Baruppu yang tinggal di pedalaman Toraja Utara.

  • Upacara Rambu Solo

Tradisi adat yang tidak kalah terkenal di tana Toraja adalah Upacara Rambu Solo (Pemakaman). Masyarakat Tana Toraja memiliki kepercayaan bahwa orang yang telah meninggal harus diberikan upacara penguburan sesuai aturan adat mereka. Tanpa dilakukan upacara penguburan Rambo Solo, konon arwah orang yang meninggal tersebut dipercaya akan memberikan bencana dan kemalangan bagi orang atau kerabat yang ditinggalkannya.

Ciri khas dari upacar penguburan ini adalah adanya kegiatan wajib memotong kerbau dan babi  dengan jumlah yang ditentukan tetua adat sesuai kekayaan dan tinggi pangkat seseorang di Toraja. Uniknya lagi dari upacara ini adalah, kerbau-kerbau tersebut dipotong hanya dengan satu kali tebasan sebilah parang tajam pada lehernya.

  • Kete Kesu

Rasanya belum lengkap jika ke tana Toraja tapi belum menjumpai rumah adat Toraja (Tongkonan). Tongkonan merupakan tempat penyimpanan sementara jenazah yang telah dibungkus kain sebelum dikuburkan. Untuk menjumapainya Anda bisa berkunjung ke Desa Kete Kesu. Selain itu, di bagian atas tebing bukit Kete Kesu, terdapat kuburan batu yang merupakan peninggalan purbakala yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Di beberapa titik tebing ini juga terdapat tengkorak dan tulang belulang manusia yang telah meninggal puluhan hingga ratusan tahun lalu, bahkan di beberapa titik tebing lainnya juga terdapat aneka sesajen. Aneka sesajen tersebut berisi kudapan yang dipercaya disukai oleh orang yeng telah meninggal semasa hidupnya.

Itulah Sedikit review pesona wisata Tana Toraja tempat wisata terbaik di Sulawesi Selatan. Sebenarnya masih banyak lagi daya tariknya, namun yang telah dikenal luas ialah beberapa yang disebutkan di atas.